Juventus menjuarai Supercoppa Lewat Laga Dramatis

Juventus menjuarai Supercoppa Lewat Laga Dramatis -Tampil dengan mengandalkan Alessandro Matri di lini depan dengan sokongan Arturo Vidal dan Sebastian Giovinco di lini depan, Juve langsung menampilkan permainan terbuka.

Setelah melakoni 90 menit penuh drama, Juventus berhasil menaklukkan sembilan pemain Napoli untuk merengkuh gelar Supercoppa Italia kelimanya. Bianconeri menang 4-2 (2-2) di masa perpanjangan waktu.

Bertempat di Bird Nest Stadium, Beijing, China, Sabtu (11/9/2012), Juve tampil dengan didampingi asisten pelatih, Massimo Carrera yang menggantikan posisi Antonio Conte yang diskor selama 10 bulan lantaran tersangkut skandal Scommessopoli.

Sementara itu, pelatih Walter Mazzarri menurunkan Edinson Cavani dan Goran Pandev di lini depan. Sementara Marek Hamsik di plot sebagai pendobrak di lini kedua.

 Laga panas pun langsung tersaji. Juve dan Napoli sama-sama menampilkan permainan menyerang. Sama-sama bermain ngotot kedua kesebelasan tak jarang terlibat kontak fisik yang membuat wasit kerap meniup peluit tanda pelanggaran.

Setelah saling jual beli serangan, Napoli akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi Cavani pada menit ke-27. Lolos dari jebakan offside, Cavani sempat gagal menaklukkan Gianluigi Buffon pada kesempatan pertama. Akan tetapi, bola rebound hasil tendangannya yang ditepis, kembali mampu dikuasai Cavani untuk kemudian mengecoh kiper nomor satu Italia ini.

Tersengat gol Cavani, Juve langsung memberikan respon dengan meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya, sepuluh menit berselang Juve sukses menyamakan kedudukan lewat gol spektakuler pemain anyarnya, Kwadwo Asamoah.

Memanfaatkan umpan silang Vidal, gelandang yang baru diboyong dari Udinese ini melepaskan sepakan voli kaki kiri yang menghujam deras gawang Morgan De Sanctis.

Namun kedudukan imbang 1-1 tidak bertahan lama. Pasalnya, empat menit berselang, atau menit ke-41, I Partenopei kembali mengungguli Si Nyonya Tua. Memanfaatkan kesalahan Leonardo Bonucci ketika hendak membuang bola, Goran Pandev mampu menggiring bola ke kotak penalti untuk kemudian melepaskan tembakan chip yang melewati penjagaan Buffon. Skor 2-1 untuk Napoli menutup paruh pertama laga.

Memasuki paruh kedua laga, pertandingan kembali berlangsung ketat. Napoli membuka peluang lebih dulu lewat Cavani yang menerima umpan jauh. Memenangi duel dengan Lucio, sayang, tendangan striker internasional Uruguay ini masih menyamping di sisi gawang Buffon.

Tak lama berselang, Juve memiliki peluang emas untu menyamakan kedudukan melalui Mirko Vucinic. Striker yang masuk di babak kedua ini, sukses mengecoh De Sanctis, namun sayang tendangannya kea rah gawang kosong masih mampu diblok Paolo Cannavaro.

Setelah beberapa kali melakukan percobaan, Juve akhirnya sukses menyamakan kedudukan 2-2 lewat eksekusi penalti Arturo Vidal pada menit ke-72. Hadiah penalti diberikan wasit Mazzoleni menyusul dijatuhkannya Vucinic di kotak terlarang.

Skor imbang membuat pertandingan kian sengit. Kontak fisik yang berujung adu mulut antar pemain pun tak terhindarkan. Bahkan, dalam sebuah insiden, Juan Carlos Zuniga dan Stephan Lichsteiner harus menerima kartu kuning lantaran terlibat adu mulut.

Memasuki akhir-akhir laga, petaka menyambangi Napoli. Pada menit ke-85, Goran Pandev mendapat kartu merah. Dilanjutkan pada masa injury time, Zuniga juga diusir dari lapangan lantaran menerima kartu kuning kedua, akibat melanggar Giovinco.

Tak lama berselang, giliran sang allenatore Walter Mazzarri yang juga harus menyaksikan perjuangan anak asuhnya dari ruang ganti, menyusul protes keras terhadap keputusan wasit.

Dengan sembilan pemain plus tanpa didampingi pelatih, Napoli harus meladeni Juventus di masa tambahan waktu, setelah pada waktu normal skor 2-2 tidak berubah.

Di 15 menit pertama perpanjangan waktu, Juve yang unggul jumlah pemain terus menekan, sementara Napoli terus mencoba memberikan perlawanan, lewat skema serangan balik.

Terus menekan, Juve akhirnya berbalik unggul 3-2. Tendangan bebas Andrea Pirlo salah diantisipasi oleh Christian Maggio, di mana sundulannya justru membuat bola meluncur deras ke gawang sendiri.

Juve yang terus menekan berhasil menambah keunggulan menjadi 4-2, lewat gol Mirko Vucinic. Umpan Asamoah, disambut sebuah sentuhan brilian Claudio Marchisio kepada Vucinic yang tak terkawal di depan gawang. Tanpa kesulitan, bomber Montenegro ini membobol gawang De Sanctis.

Masuk 15 menit terakhir, Juve masih mendominasi penuh jalannya laga. Berbagai peluang berhasil diciptakan para pungawa I Bianconeri. Namun, hingga laga tak ada gol tambahan tercipta. Juve menang 4-2, sekaligus membalaskan dendam atas kekalahan mereka atas Napoli pada ajang yang sama di tahun 1990.

Susunan Pemain:

Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Lucio; Lichtsteiner/Padoin (89’), Vidal, Pirlo, Marchisio, Asamoah; Matri/Vucinic (46’), Giovinco.

Napoli: De  Sanctis; Campagnaro, Cannavaro/F.Fernandez (67’), Britos; Maggio, Behrami, Inler, Hamsik/Gargano (67’), Zuniga (kartu merah/90+3); Pandev (kartu merah/85’) , Cavani.

(sumber:okezone.com)
Share Artikel Ini : Tweet Google+

Kang podho ing Juventus menjuarai Supercoppa Lewat Laga Dramatis ing babagan bola

Otomotif

Gadget

Kesehatan